1. PENGERTIAN INTERNET
Internet adalah jaringan komunikasi global yang menghubungkan komputer dan jaringan komputer di seluruh dunia. Internet yang merupakan singkatan dari Interconnected Network ini memungkinkan kita berbagi informasi dan berkomunikasi dari mana saja dan dengan siapa saja.
Standar teknologi pendukung internet yang dipakai secara global bernama Transmission Control Protocol atau Internet Protocol Suite (TCP/IP). TCP/IP ini merupakan protokol pertukaran internet (dalam istilah asingnya Switching Communication Protocol) yang bisa digunakan untuk miliaran lebih pengguna yang ada di dunia. Proses menghubungkan rangkaian internet beserta penerapan aturannya ini disebut "internetworking".
2. SEJARAH INTERNET
Internet pertama kali muncul pada tahun 1969 dengn bentuk sebuah jaringan yang dibuat oleh Advanced Research Projects Agency (ARPA). ARPA membangun jaringan internet pertama yang kemudian diberi nama ARPANET. ARPANET inilah yang menjadi cikal bakal terbentuknya jaringan internet yang kita kenal saat ini.
Di tahun 1980-an, barulah internet mulai dipakai oleh kalangan terbatas dan menjalankan fungsinya dengan menghubungkan berbagai kampus atau universitas yang populer di Amerika Serikat sendiri.
Protokol standar TCP/IP sendiri mulai dibulikasikan ke publik di tahun 1982. Adanya nama domain juga sudah mulai terpakai empat tahun setelahnya, tepatnya di tahun 1984. Lalu, National Science Foundation Network (NSFET) didirikn dan mulai dikembangkan di tahun 1896.
NSFET inilah yang mulai menggantikan peranan dari ARPANET sebagai suatu wadah riset terkain di Amerika Serikat. Beberapa jaringan internsional pada banyak negara akhirnya mulai dikembangkan dan dihubungkan lewat NSFET tersebut.
ARPANET kemudian diturunkan pada tahun 1990. Namun memang internet hasil pengembangannya itu sendiri tetap berkembang terus-menerus hingga sekarang ini. Dulu, informasi yang dapat dimiliki lewat internet cuma informasi yang berbasis teks. Dan pada tahun 1990, layanan sejenis berbasis tampilan grafis yang dikenal sebagai WWW (World Wide Web) mulai dikembangkan lagi oleh CERN.
3. Perkembangan internet
Pada 1972, Roy Tomlinson berhasil meningkatkan program email yang dia ciptakan sebelumnya untuk ARPANET. Program email ini sangat mudah digunakan sehingga cepat menjadi populer. Icon @ juga diperkenalkan pada tahun yang sama sebagai simbol yang penting untuk menunjukkan “at” atau “pada”. Pada 1973, jaringan ARPANET mulai dikembangkan di luar Amerika Serikat, dengan University College di London menjadi anggota pertama di luar AS. Di tahun yang sama, Vinton Cerf dan Bob Kahn, dua ahli komputer, mempresentasikan gagasan yang lebih besar yang menjadi dasar bagi pemikiran tentang internet. Gagasan ini pertama kali dipresentasikan di Universitas Sussex.
Pada 1988, Jarko Oikarinen dari Finland menemukan dan memperkenalkan IRC atau Internet Relay Chat. Dalam setahun, jumlah komputer yang saling terhubung meningkat 10 kali lipat, membentuk jaringan dengan lebih dari 100.000 komputer. Puncak perkembangan internet adalah pada 1990 di mana Tim Berners Lee menemukan program editor dan browser yang memungkinkan komputer untuk saling terhubung dan membentuk jaringan, yang kemudian disebut sebagai www atau World Wide Web.
Di Indonesia, internet mulai dikenal di Indonesia pada tahun 90-an dengan sebutan “paguyuban network” yang erat dengan semangat kerjasama, kekeluargaan, dan gotong royong antara para penggunanya dibandingkan saat ini di mana suasana Internet di Indonesia terasa lebih komersial dan individualistis, terutama dalam aktivitas perdagangan. Internet pada era 90-an di Indonesia berkembang melalui lembaga-lembaga pemerintah dan universitas-universitas.
Pada tahun 1994 mulai muncul Internet Service Provider (ISP) komersial pertama Indonesia yang bernama IndoNet dan kemudian internet secara umum semakin dikenal di Indonesia sehingga muncul berbagai ISP komersial lain di Indonesia. Karena perkembangan tersebut, pada 1998 lahirlah sebuah organisasi ISP di Indonesia bernama Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII).
Kecanduan tersebut dapat memberikan sejumlah dampak negatif bagi remaja, seperti menurunkan minat belajar, perubahan mental dan perilaku, ketidakseimbangan emosi, halusinasi, hingga gangguan jiwa berat, terjadinya Cyber bulliying, masalah kesehatan badan, perilaku negatif dan konten yang tidak baik untuk dilihat, maraknya isu Hoax dan penyebaran Hoax, maraknya isu Hoax dan penyebaran Hoax, adanya Cyber Crime, Budaya asli mulai ditinggalkan, adanya Cyber Crime yaitu kejahatan internet misalnya penipua, dan budaya asli mulai ditinggalkan peserta didik
5. Dampak positif internet
Dampak positif penggunaan internet adalah memudahkan mendapatkan Informasi yang bermanfaat peserta didik, membantu dalam menyelesaikan masalah dan tugas peserta didik, mendapat sarana hiburan bagi peserta didik, memudahkan dalam berbisnis bagi peserta didik, memudahkan proses komunikasi bagi peserta didik, mempermudah sarana kreatif bagi peserta didik, dan menggunakan internet untuk lebih produktif seperti konten creator yang postif dan bermanfaat.
0 comments:
Post a Comment